Prosedur Kolesistektomi (Pengangkatan Kandung Empedu) di Malaysia

Kolesistektomi, atau biasa dikenal dengan pengangkatan kandung empedu, adalah prosedur pengangkatan kantong empedu melalui pembedahan. Kandung empedu terletak di bawah hati dan berbentuk seperti buah pir. Fungsi kandung empedu adalah untuk mengumpulkan, serta menyimpan empedu yang dihasilkan oleh hati, yang nantinya akan membantu dalam  memecah makanan berlemak.

Kolesistektomi adalah prosedur yang sangat umum dan sering disarankan oleh dokter spesialis bedah  kepada pasien yang memiliki kondisi tertentu, seperti batu empedu dan kolesistitis, suatu kondisi dimana kantong empedu mengalami peradangan.

Berikut kami rangkum pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pasien yang akan menjalani prosedur kolesistektomi di Malaysia.

Pembedahan untuk mengangkat kandung empedu biasanya dilakukan jika Anda memiliki batu empedu yang menyakitkan.

Batu empedu adalah batu kecil yang dapat terbentuk di kandung empedu sebagai akibat dari ketidakseimbangan zat yang membentuk empedu.

Batu empedu sering tidak menimbulkan gejala dan pasien mungkin tidak menyadari telah memilikinya, tetapi pada beberapa kasus, batu empedu dapat menghalangi aliran empedu dan mengiritasi kandung empedu (kolesistitis akut) atau pankreas (pankreatitis akut).

Jika hal tersebut terjadi, maka dapat menyebabkan bebrapa hal berikut :

  • Sakit perut yang tiba-tiba dan intens
  • Sering merasa kesakitan pada area sekitar perut
  • Menguningnya kulit dan bagian putih mata (jaundice)

Batu empedu adalah endapan cairan pencernaan yang mengeras yang dapat terbentuk di kandung empedu.

Ukuran batu empedu berkisar dari sekecil sebutir pasir hingga sebesar bola golf. Beberapa orang hanya memiliki satu batu empedu, sementara dalam beberapa kasus ada beberapa pasien yang memiliki banyak batu empedu pada saat yang bersamaan.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda memiliki batu empedu, diantaranya :

  • Berusia 40 atau lebih tua
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Tidak banyak bergerak
  • Sedang hamil
  • Makan makanan tinggi lemak
  • Makan makanan tinggi kolesterol
  • Makan makanan rendah serat
  • Memiliki riwayat keluarga dengan batu empedu
  • Menderita diabetes
  • Memiliki kelainan darah tertentu, seperti anemia sel sabit atau leukemia
  • Menurunkan berat badan dengan sangat cepat
  • Minum obat yang mengandung estrogen, seperti kontrasepsi oral atau obat terapi hormon
  • Memiliki penyakit liver

Pasien yang mengalami gejala dari batu empedu mereka biasanya memerlukan operasi pengangkatan kandung empedu (kolesistektomi). Namun, batu empedu yang tidak menimbulkan tanda dan gejala biasanya tidak memerlukan pengobatan, hanya disarankan untuk melakukan kontrol rutin untuk memantau apakah ukuran batu empedu tersebut tetap, membesar, atau mengecil.

Buat janji dengan dokter spesialis bedah jika Anda memiliki tanda atau gejala yang mengkhawatirkan.

Cari perawatan segera jika Anda mengalami tanda dan gejala komplikasi batu empedu yang serius, seperti:

  • Sakit perut begitu hebat sehingga Anda tidak bisa duduk diam atau menemukan posisi yang nyaman
  • Menguningnya kulit dan bagian putih mata (jaundice)
  • Demam tinggi disertai menggigil

Ada 2 jenis prosedur kolesistektomi yang sering direkomendasikan oleh dokter spesialis bedah di Malaysia.

  • Kolesistektomi laparoskopi (keyhole /lubang kunci) – beberapa sayatan kecil (sayatan) dibuat di perut dan instrumen bedah digunakan untuk mengakses dan mengeluarkan kandung empedu
  • Kolesistektomi terbuka – sayatan tunggal yang lebih besar dibuat di perut untuk mengakses dan mengeluarkan kandung empedu 

Operasi laparoskopi paling sering direkomendasikan oleh dokter spesialis bedah karena pasien bisa meninggalkan rumah sakit lebih cepat, pulih lebih cepat dan meninggalkan bekas luka yang lebih kecil dibandingkan dengan prosedur kolesistektomi terbuka.

Baik Kolesistektomi Laparoskopi dan Kolesistektomi Terbuka cenderung memakan waktu sekitar satu hingga dua jam.Dalam banyak kasus, pasien akan diizinkan meninggalkan rumah sakit dan pulang pada hari yang sama setelah prosedur kolesistektomi dilakukan.

Namun, dalam beberapa kasus, pasien mungkin diminta untuk menginap di rumah sakit agar dokter spesialis bedah dapat memantau pasien. Jika ada komplikasi yang berkembang, pasien mungkin perlu tinggal di rumah sakit untuk jangka waktu yang lebih lama.

Dikarenakan kondisi medis pasien yang berbeda-beda , silahkan menghubungi kami disini untuk cek biaya operasi kolesistektomi di Malaysia berdasarkan hasil medis ter-update Anda.

Anda juga bisa menggunakan layanan telekonsultasi berbayar berbasis video call dengan dokter spesialis terbaik Malaysia untuk mendapatkan saranan terbaik berdasarkan kondisi medis Anda.

Rekomendasi Dokter Spesialis Bedah Terbaik Malaysia

perwakilan rumah sakit mahkota medical centre malaysia di surabaya

Layanan Kami

MahkotaRegency.ID merupakan Website Resmi Kantor Perwakilan Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital di Indonesia.

Berikut Adalah Layanan yang Dapat Kami Berikan:

  1. Informasi lengkap tentang Rumah Sakit
  2. Rekomendasi Dokter Spesialis & Jadwal Dokter
  3. Informasi Estimasi Biaya untuk berbagai tindakan medis
  4. Pengurusan temu janji (Appointment)
  5. Pengurusan akomodasi & transportasi
  6. Pengurusan klaim (Medical Record, Keperluan asuransi, dll)
  7. Telekonsultasi dengan Dokter Spesialis Terbaik Malaysia
  8. Pemesanan Obat di Farmasi Rumah Sakit Malaysia
  9. Evakuasi Medis
  10. Pengaturan dan pemesan transportasi selama situasi Covid-19 sepert jet charter, air ambulance, dan ferry charter
  11. Pengurusan ijin MHTC

Info Lebih Lanjut:

Perwakilan Resmi (ARO) Rumah Sakit Malaysia
Alamat : JL. Baratajaya XIX No.31C, Gubeng, Kota Surabaya
24 hours Call Centre : 0838-3002-8050
E-mail : [email protected] 

Website: www.mahkotaregency.id

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on twitter
Share on Twitter
Share on linkedin
Share on Linkdin
Share on pinterest
Share on Pinterest

Leave a comment

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

This Post Has 2 Comments

Tinggalkan Balasan