84 / 100

Sebagai negara dengan “cap merah” karena banyaknya kasus Covid-19 yang terus bermunculan, warga Indonesia jadi sulit berobat di Malaysia. Padahal, ada beberapa penyakit kronis yang tidak bisa ditunda penanganannya.

Baca Juga: Berobat Ke Malaysia Saat Pandemi

Sejak 1 Juli 2020, hingga sekarang Malaysia memang masih memberlakukan lockdown untuk meminimalir lonjakan kasus Covid-19, namun kabar baiknya ada relaksasi khusus untuk kepentingan berobat di Malaysia.

Ada beberapa syarat dan ketentuan khusus yang harus dipenuhi oleh pasien yang akan berobat di Malaysia, dan perlu dipahami bahwa tidak semua Rumah Sakit di Malaysia yang bisa menerima pasien dari Indonesia. Untuk saat ini, hanya ada 3 wilayah yang bisa menerima pasien dari Indonesia untuk pengobatan yakni Melaka, Johor Bahru, dan Kuala Lumpur.

Syarat Dan Ketentuan Khusus Berobat Ke Malaysia 2021

Di masa pandemi ini, beberapa Rumah Sakit di Malaysia sudah bisa menerima kedatangan pasien dari Indonesia yang mendapat perijinan dari Imigrasi Malaysia yang difasilitas oleh Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC).

Seiring dengan pedoman MHTC untuk memudahkan proses keberangkatan berobat di Malaysia, pasien dimohon mengikuti syarat dan ketentuan kemasukan untuk keamanan semua.

Pasien yang diijinkan berobat ke Malaysia adalah:

1) Tahap 1a: Kasus evakuasi medis yaitu transfer dari RS di Indonesia ke RS di Malaysia dan pasien kritikal yang membutuhkan pelayanan dan penjagaan di ICU/HDU.

2) Tahap 1b: Pasien dengan keluhan kesehatan yang serius seperti kanker, jantung dan penyakit serius lainnya

Syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan lain untuk berobat ke Malaysia:

a) Keberangkatan pasien ke Malaysia hanya bisa melalui pesawat air-ambulance, private jet atau charted flight, dan ferry charter. Transportasi lain tidak diijinkan.

b) Hanya 1 orang pendamping diijinkan menemani pasien sewaktu di Malaysia, kecuali untuk kasus pediatrik/anak-anak berumur 12 tahun ke bawah, maksimal 2 pendamping

c) Pasien dan pendamping tidak terdiagnosa atau diduga terinfeksi COVID-19, pneumonia dan tidak memiliki gelaja deman, infeksi saluran pernafasan, batuk, sakit tenggorokan dan sesak napas sebelum berangkat.

d) Pasien dan pendamping harus menjalani isolasi selama minimal 7 hari (atau lebih) sewaktu berobat di Malaysia. Pasien dan pendamping tidak diijinkan keluar dari RS Malaysia sebelum waktu isolasi selesai .

e) Pasien harus membayar dua jenis deposit secara online sebelum berangkat:

  • Deposit fasilitas – biaya yang terkait sewaktu isolasi seperti transportasi, akomodasi, dll.
  • Deposit pengobatan – biaya untuk pengobatan dan biaya untuk kasus pembedahan/terapi.

 

Lantas, Apa Saja Yang Perlu Disiapkan Sebelum Berobat Ke Malaysia Selama Pandemi?

#Langkah 1: Menyiapkan Dokumen Kesehatan (Hasil Medis) Dari Indonesia dan Paspor sebelum berobat ke malaysia

Sebelum berencana berobat di Malaysia di masa pandemi, ada beberapa hal yang perlu Anda siapkan agar ketika menjalani pengobatan, semuanya lancar dan tidak memakan waktu yang lama.

Yuk, simak apa saja sih yang perlu Anda persiapkan sebelum berobat di Malaysia di masa pandemi ini.

 


#Langkah 1: Menyiapkan Dokumen Untuk Pengurusan Ijin MHTC

Sebelum berobat di Malaysia di masa pandemi, siapkan dokumen seperti salinan paspor, KTP, KK, pasien dan pendamping serta hasil medis (medical records) dari pemeriksaan di Indonesia. Dokumen kesehatan/hasil medis tersebut biasanya terdiri atas hasil cek darah, CT Scan, rontgen/X-Ray, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, surat keterangan diagnosis dari dokter di Indonesia, riwayat alergi, dan lain sebagainya.

Sebelumnya Anda bisa berkoordinasi dengan Perwakilan Resmi RS Malaysia disini dan melakukan telekonsultasi dengan dokter spesialis yang akan merawat Anda ketika berobat di Malaysia.

Baca Juga : Konsultasi Online Dengan Dokter Di Malaysia

Tim Perwakilan Resmi kami akan membantu mengajukan perijinan ke Rumah Sakit Malaysia yang Anda tuju dan MHTC. Perijinan memakan waktu 7-10 hari kerja.

Jangan lupa pastikan bahwa dokumen perjalanan Anda yakni paspor masa berlakunya masih lebih dari 6 bulan. Jika masa berlaku paspor kurang dari 6 bulan, segera lakukan perpanjangan ya!

 

#Langkah 2 : PCR Covid-19 di Indonesia

Jika permohonan keijinan MHTC  diluluskan, surat kelulusan berobat di Malaysia akan dikirimkan ke pasien.

Pasien dan pendamping diharuskan melakukan tes PCR COVID-19 (untuk kali pertama) 3 hari sebelum berangkat berobat di Malaysia di beberapa laboratorium/fasilitas Kesehatan yg diakui oleh Kementerian Kesihatan Malaysia (KKM) di Indonesia. Untuk mengecek daftar RS yang diakui oleh KKM , silahkan hubungi kami disini.

Kemudian pasien diminta untuk mengirimkan hasil negatif Covid-19 ke RS Malaysia yang dituju sebelum berangkat berobat.

Catatan :

  • Sebelum melakukan PCR Covid-19, pasien harus berkoordinasi dengan Perwakilan Resmi untuk mengkonfirmasi tanggal keberangkatan berobat di Malaysia, sehingga tim kami akan membantu membuat schedule yang tepat untuk kemudahan dan kelancaran berobat Anda.
  • Pasien dan pendamping juga disarankan untuk membawa pakaian dan perlengkapan mandi seperti
    sikat gigi, sampo, sabun, dll. yang mencukupi untuk waktu minimal 7 hari. Pelayanan laundry/dobi ada
    disediakan di RS.

#Langkah 3 : Booking Transportasi Berobat Ke Malaysia

Pasien dan pendamping perlu untuk mengatur transportasi berobat di Malaysia (melalui air-ambulance, private jet atau chartered flight, dan ferry charter). Tim Perwakilan kami akan membantu untuk pemesanan transportasi yang sesuai dengan kebutuhan dan budget pasien.

Baca Juga : Transportasi Berobat Di Malaysia Selama Pandemi

#Langkah 4 : Melakukan Pembayaran Deposit Secara Online

Setelah hasil PCR Covid-19 di Indonesia keluar dan negatif, pasien diminta untuk melakukan pembayaran deposit secara online ke Rumah Sakit Malaysia yang dituju. Adapun untuk besarnya deposit pengobatan, akan keluar setelah surat MHTC keluar.

#Langkah 5 : Mengunduh Aplikasi MySejahtera

Pasien dan pendamping wajib mengunduh aplikasi MySejahterah di smartphone masing-masing sebelum kedatangan di Malaysia.

#Langkah 6 : Klaim Form Asuransi Bagi Pengguna Asuransi

Apabila pasien sudah memiliki asuransi, perlu dipastikan apakah Rumah Sakit di Malaysia yang dituju termasuk dalam cakupan perlindungan asuransi Anda. Sebelumnya Anda bisa mengkonfirmasi ke agen Asuransi.

Baca Juga : Penggunaan Asuransi Berobat Di Malaysia

Bagi pengguna asuransi cashless ataupun reimburse,  deposit karantina masih tetap harus dibayarkan sebab beberapa asuransi tidak meng-cover. Untuk itu perlu dipastikan kepada perusahaan Asuransi Anda apakah biaya karantina Anda bisa di-cover atau tidak.

Untuk pengguna asuransi cashless, deposit rawatan medis masih bisa di-cover oleh Asuransi secara cashless, asalkan pasien membawa Guarantee Letter (GL) dari asuransi yang menyatakan bahwa pengobatan Anda di Rumah Sakit Malaysia akan di cover sepenuhnya oleh asuransi.

Sedangkan, bagi Anda pengguna Asuransi reimburse jangan lupa untuk membawa semua dokumen klaim ter-update agar setelah sampai di Indonesia biaya pengobatan Anda bisa diklaimkan.

Bagaimana Proses Kepulangan Pasien Ke Indonesia , Apabila Pengobatan Dinyatakan Telah Selesai?

Proses kepulangan pasien ke indonesia setelah berobat di Malaysia
  • Selepas pengobatan dinyatakan selesai, pasien dan pendamping harus melakukan tes PCR COVID-19 sebelum pulang ke tanah air.
  • Jika hasilnya negatif, pasien dan pendamping akan diijinkan pulang.
  • Pasien dan pendamping bertanggungjawab sendiri di atas pengaturan transportasi (pesawat atau
    feri) untuk pulang ke negara asal. Dalam hal ini, pasien dan pendamping bisa menggunakan pesawat komersial seperti Malaysia Airlines, dan tiket bisa dipesan secara online.
  • Rumah Sakit Malaysia yang dituju akan mengatur transportasi untuk pasien dan pendamping ke bandara atau pelabuhan.
  • Pihak MHTC akan menemani pasien dan pendamping di bandara/pelabuhan untuk keamanan proses imigrasi

Kami merupakan Perwakilan Resmi RS Malaysia yang telah berpengalaman sejak tahun 2009 dalam membantu pasien Indonesia yang akan Berobat di Malaysia dimana semua layanan kami bersifat GRATIS

Alasan Pasien Indonesia Berobat Melalui Kantor Representatif Surabaya

  • Gratis konsultasi dengan Tim Perwakilan Resmi terkair rencana pengobatan di Malaysia
  • Bisa melakukan telekonsultasi dengan Dokter Spesialis sebelum pengobatan
  • Pasien dapat mengetahui Estimasi Biaya rawatan medis sesuai kondisi & hasil medis sehingga tidak khawatir kekurangan dana sewaktu di rumah sakit Malaysia.
  • Menghemat waktu dan biaya berobat karena Appointment sudah dilakukan sebelum keberangkatan oleh tim Kantor Representatif sehingga saat pasien di rumah sakit sudah bisa langsung mendapatkan tindakan medis dan dokter tidak dalam masa cuti / waktu Operasi.
  • Booking hotel & transportasi lebih mudah dan hemat karena ada harga spesial khusus pasien.
  • Pengurusan Ijin MHTC 
  • Pengaturan Transportasi Berobat Ke Malaysia Selama Pandemi
  • Pemesanan Obat di Farmasi RS Malaysia & Pengiriman ke alamat pasien langsung
Perwakilan Resmi RS Malaysia

Indonesia

Cek Jadwal Dokter & Konsultasi

Konsultasi Gratis dengan Dokter Spesialis kami di Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital Sekarang!

Info Lebih Lanjut:

Perwakilan Resmi (ARO) Rumah Sakit Malaysia
Alamat : JL. Baratajaya XIX No.31C, Gubeng, Kota Surabaya
24 hours Call Centre : 0838-3002-8050
E-mail : mmcsurabayaoffice@gmail.com 

Website: www.mahkotaregency.id

Konsultasi Sekarang!