Diabetes atau penyakit gula selalu identik dengan konsumsi gula. Seseorang yang memiliki diabetes wajib mengurangi atau tidak mengonsumsi gula sama sekali. Kalau masih ada gula di dalam dietnya, kondisi diabetes tidak akan bisa dikendalikan.

Nah, bagaimana dengan orang yang sehat atau tidak tahu kalau memiliki risiko diabetes. Kalau mengonsumsi gula dalam jumlah banyak, apakah langsung bisa terkena diabetes?

Untuk menjawab pertanyaan itu, simak artikel di bawah ini.

Sedikit mengenal jenis diabetes & tandanya

Sederhananya, diabetes adalah kondisi saat tubuh tidak lagi mampu untuk melakukan regulasi atau mengatur kadar gula darah. Efeknya, gula darah di dalam tubuh meningkatkan karena tidak bisa dimanfaatkan dengan baik.

Kondisi ini muncul kalau ada gangguan atau abnormalitas pada pankreas. Misal saat organ ini tidak bisa menghasilkan insulin dengan jumlah yang cukup. Selain itu, ada juga kondisi yang membuat tubuh jadi resisten dengan kadar insulin.

Kalau tidak ada insulin di dalam tubuh, kadar gula dalam darah tidak akan bisa dikeluarkan dan masuk ke sel-sel yang membutuhkannya. Efeknya, berbagai kerusakan organ akan terjadi termasuk saraf dan ginjal.

Diabetes yang dialami oleh banyak orang di seluruh dunia, secara umum terbagi menjadi dua:

  • Diabetes tipe 1. Biasanya terjadi saat sel yang memproduksi insulin di pankreas rusak karena diserang sendiri oleh sel kekebalan tubuh.
  • Diabetes tipe 2. Terjadi saat tubuh tidak bisa menghasilkan insulin dengan jumlah cukup dan saat sel di tubuh jadi tidak merespons insulin. Efeknya, gula darah jadi terus menumpuk.

Jumlah penderita diabetes tipe 2 ada sekitar 90% dari total penderita, sisanya adalah tipe 1. 

Seseorang yang mulai mengalami diabetes atau pradiabetes biasanya memiliki beberapa tanda di bawah ini:

  • Mudah mengalami lapar dan haus padahal baru saja makan atau minum.
  • Tubuh cenderung mudah lelah meski hanya melakukan aktivitas yang tidak berlebihan.
  • Mudah sekali berkemih atau buang air kecil, kondisi ini biasa efek dari mudah haus.
  • Kulit di tubuh mudah sekali gatal dan cenderung kering. 
  • Mulut jadi kering dan aroma yang keluar semakin tidak sedap.
  • Pandangan mulai kabur meski awalnya tidak ada rabun.

Kalau sudah mengidap diabetes tipe 2, tanda di bawah ini juga terjadi:

  • Mudah mengalami infeksi jamur, kondisi ini biasanya terjadi pada organ reproduksi. Wanita cenderung mudah mengalami daripada pria. Selain di kemaluan, kaki, tangan, dan area yang sering berkeringat kerap terinfeksi.
  • Saat mengalami luka, sulit sekali sembuh atau keringnya. Bahkan untuk luka yang agak besar bisa memicu infeksi lebih parah sampai harus diberi penanganan intensif.
  • Nyeri di kaki akibat kerusakan pada sistem saraf.

Terakhir, untuk yang mengalami diabetes 1, gejalanya yang muncul terdiri dari:

  • Mengalami penurunan berat badan yang cepat dan tidak bisa dijelaskan. Kondisi ini bisa terjadi meski pola makan yang dilakukan tetap sama.
  • Mudah mengalami mual dan muntah.

Bagaimana gula digunakan di tubuh?

Gula pasir yang sering kita gunakan sering disebut sukrosa. Secara umum sukrosa terdiri dari dua molekul yang berbeda yakni glukosa dan fruktosa. Saat kita mengonsumsi gula, dua molekul ini terpisah dan akan digunakan tubuh.

Saat masuk ke aliran darah, kadar gula akan naik dan memicu pankreas menghasilkan insulin. Kalau insulin sudah diedarkan, glukosa akan ditekan keluar dari pembuluh darah dan diserap oleh sel yang ada di tubuh.

Sisanya, fruktosa yang tidak digunakan dalam jumlah banyak akan digiring menuju ke hati untuk diubah jadi glukosa untuk energi dan lemak. Kalau kebutuhan gula terpenuhi dan sisanya banyak, tubuh akan menyimpan banyak lemak.

Lemak yang berlebihan akan memicu naiknya trigliserida dalam darah, kenaikan lemak di hati yang memicu sirosis, hingga arthritis yang bisa mengganggu persendian di seluruh tubuh.

Apakah gula meningkatkan risiko diabetes

Apakah gula meningkatkan risiko diabetes?

Gula bisa memicu kenaikan risiko diabetes secara langsung dan tidak langsung. Kalau risiko langsung, beberapa studi mengatakan kalau rutin mengonsumsi minuman dengan pemanis bisa menaikkan risiko sampai 25%.

Nah, risiko kenaikan tidak langsung terjadi kalau sampai kadar gula berlebihan diubah menjadi lemak. Efeknya, seseorang mengalami obesitas sehingga risiko mengalami diabetes khususnya tipe 2 akan lebih besar.

Namun, risiko ini hanyalah satu dari beberapa kondisi yang memicu diabetes. Jadi, akan sulit mengatakan kalau gula adalah satu-satunya yang memicu timbulnya kondisi diabetes.

Risiko lain yang memicu diabetes

Gula adalah satu dari sekian banyak pemicu diabetes, beberapa kondisi di bawah ini juga bisa meningkatkan risikonya.

  • Berat badan yang tinggi, kalau seseorang bisa menurunkannya sampai 10%, risiko diabetes semakin anjlok.
  • Gaya hidup pasif, misal lebih banyak di atas kursi dan bekerja di meja daripada bekerja yang menuntut tubuh bergerak. Olahraga bisa jadi solusi agar risiko diabetesnya turun.
  • Aktif merokok, apalagi sampai 20 kali dalam sehari, risiko diabetesnya bisa naik sampai 2 kali lipat.
  • Mengalami sleep apnea, atau gangguan tidur yang membuat napas mendadak bergenti sejenak.
  • Genetik, kalau salah satu pasangan memiliki diabetes, risiko anaknya terkena diabetes adalah 40%. Kalau dua-duanya, risiko yang dialami bisa sampai 70%.

***

Secara umum bisa dikatakan kalau dengan hanya mengonsumsi gula saja, diabetes tidak akan langsung muncul. Namun, kita tetap perlu waspada karena gula bisa memicu obesitas yang jadi faktor risiko terkena diabetes.

Jika Anda tidak ada riwayat diabetes dari keluarga, risiko terkena diabetes memang kecil, tapi bisa juga terbentuk secara alami.

Bila sudah ada tanda-tanda adanya diabetes seperti mudah lapar, haus, sering buang air kecil, sampai gangguan penglihatan, ada baiknya segera memeriksakan diri ke Dokter Spesialis Endokrin

Untuk penanganan yang terbaik, anda dapat konsultasi dengan Dokter Spesialis Endokrin di Rumah Sakit Mahkota Medical Centre yang berpengalaman dalam menangani gangguan pada sistem endokrin

Endokrin sendiri merupakan jaringan kalenjar di tubuh yang berfungsi membuat hormon.

Bila sistem endokrin bermasalah, maka akan menimbulkan banyak masalah seperti Diabetes, Gangguan Tiroid, Osteoporosis, & semua kondisi yang berhubungan dengan Metabolik & Hormonal. 

Dr Ho Pey Woei merupakan Spesialis Endokrin terkemuka di Rumah Sakit Mahkota Medical Centre.

Beliau menyelesaikan Sarjana di Universiti Kebangsaan Malaysia, dan pendidikan spesialisasi di Royal College Of Physicians, Glasglow

Dr Lim Siang Chin

Spesialis Penyakit Dalam & Endokrin

Dr Ciew Choong Fu merupakan Spesialis Gastroenterologi terkemuka di Rumah Sakit Regency Specialist Hospital.

Menyelesaikan Sarjana Kedokteran dan bedah di Kaohsiung Medical University, Taiwan dan spesialisasi Gastroenterologi di (Taiwan)

Dr Ciew Choong Fu

Spesialis Gastroenterologi

Dr Ong Guan Yeow merupakan Spesialis Gastroenterologi terkemuka di Rumah Sakit Regency Specialist Hospital.

Beliau menyelesaikan Sarjana Kedokteran dan bedah di Kaohsiung Medical University, Taiwan

Dr Ong Guan Yeow

Spesialis Gastroenterologi

Cek Jadwal Dokter & Konsultasi

Konsultasi Gratis dengan Dokter Spesialis kami di Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital Sekarang!

Layanan Kami

MahkotaRegency.ID merupakan Website Resmi Kantor Perwakilan Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital di Indonesia.

Berikut Adalah Layanan yang Dapat Kami Berikan:

  1. Informasi lengkap tentang Rumah Sakit
  2. Rekomendasi Dokter Spesialis & Jadwal Dokter
  3. Informasi Estimasi Biaya untuk berbagai tindakan medis
  4. Pengurusan temu janji (Appointment)
  5. Pengurusan akomodasi & transportasi
  6. Pengurusan klaim (Medical Record, Keperluan asuransi, dll)
  7. Telekonsultasi dengan Dokter Spesialis
  8. Pemesanan Obat di Farmasi Rumah Sakit

Info Lebih Lanjut:

Perwakilan Resmi (ARO) Rumah Sakit Malaysia
Alamat : JL. Baratajaya XIX No.31C, Gubeng, Kota Surabaya
24 hours Call Centre : 0838-3002-8050
E-mail : mmcsurabayaoffice@gmail.com 

Website: www.mahkotaregency.id

Konsultasi Sekarang!