Normalnya wanita akan mengalami menstruasi setidaknya setiap sebulan sekali. Menstruasi muncul sebagai respons tidak adanya pembuahan yang terjadi di rahim.

Akibatnya, penebalan yang terjadi menjadi luruh dan berubah jadi darah.

Menstruasi adalah kondisi normal yang terjadi pada wanita. Sayangnya, pada kondisi tertentu, gangguan kerap muncul dan menyebabkan menstruasi tidak bisa berjalan dengan baik.

Beberapa wanita bahan tidak bisa menstruasi.

Berbagai Jenis Gangguan Menstruasi

Gangguan menstruasi yang dialami oleh wanita muncul akibat beberapa masalah medis. Gangguan ada yang sifatnya sementara atau cukup lama. Berikut gangguan menstruasi selengkapnya.

1. Heavy menstrual bleeding

Normalnya, wanita yang mengalami menstruasi mengeluarkan sekitar 5 sendok makan darah. Kalau mereka mengalami gangguan perdarahan, jumlah keluar bisa sampai 10-15 kali lipat.

Kondisi ini umumnya terjadi pada saat wanita remaja atau mendekati usia menopause usia 40-50 tahun. Menstruasi yang banyak menyebabkan wanita sulit beraktivitas, tubuh lemas, sampai harus sering mengganti pembalut untuk menghindari tembus.

Perdarahan yang keluar cukup banyak, biasanya disebabkan oleh:

  • Ketikdakseimbangan hormon di dalam tubuh
  • Abnormalitas pada struktur yang ada di uterus akibat polip atau kista.
  • Masalah pada kelenjar tiroid
  • Memiliki penyakit gangguan penggumpalan darah seperti Von Willebrand’s disease, penyakit ini menyebabkan perdarahan ringan sampai sedang.
  • Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP), perdarahan yang terjadi akibat terlalu sedikitnya trombosit yang ada dalam darah
  • Memiliki penyakit hati dan ginjal
  • Memiliki leukemia
  • Pengaruh obat tertentu pada tubuh
  • Komplikasi akibat penggunaan IUD
  • Memiliki kista
  • Mengalami keguguran
  • Kemungkinan terjadi kehamilan ektopik
  • Infeksi di sistem reproduksi
  • Kemungkinan munculnya sel kanker di lapisan rahim

2. Amenorrhea

Sedikit berbeda dengan kondisi sebelumnya yang memicu perdarahan cukup intens. Amenorrhea adalah kondisi yang menyebabkan seorang wanita tidak menstruasi. Saat waktunya menstruasi, tidak ada darah yang keluar dari vagina.

Kondisi amenorrhea ini terbagi menjadi dua, yakni jenis primer dan kedua adalah jenis sekunder. Berikut selengkapnya:

  • Primary amenorrhea

Kondisi ini terjadi saat anak perempuan yang sudah berusia 16 tahun, tapi tidak mengalami menstruasi sama sekali. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh sistem endokrin yang meregulasi hormon.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh berat badan yang sangat menurun drastis atau di bawah normal. Selain itu olahraga yang terlalu berlebihan di usia muda juga menyebabkan masalah gangguan menstruasi.

Kondisi ini juga bisa muncul kalau ovarium mengalami masalah dan tidak bisa tumbuh dengan sempurna. Selain itu, kondisi ini juga mengalami delay pada kematangan kelenjar pituitari.

  • Secondary amenorrhea

Seorang wanita yang mengalami kondisi ini biasanya akan mengalami beberapa masalah seperti penurunan berat badan, sakit, dan mengalami stres yang sangat berlebihan.

Kondisi ini memicu seorang wanita tidak mengalami menstruasi selama 1-3 bulan. Setelah itu biasanya akan kembali lagi. Amenorrhea jenis ini terjadi kalau wanita pernah mengalami menstruasi sebelumnya.

3. Dysmenorrhea

Pada kondisi tertentu, seorang wanita akan mengalami nyeri yang sangat parah saat menstruasi. Rasa nyeri ini berbeda dengan menstruasi hari pertama atau kedua yang dialami oleh banyak wanita. Rasa nyerinya sangat tidak tertahankan.

Rasa nyeri yang muncul menyebabkan seorang wanita sulit untuk melakukan aktivitasnya secara rutin. Bahkan, beberapa wanita ada yang sampai tidak mampu melakukan apa pun sampai mengalami pingsan.

Rasa sakit yang muncul terjadi akibat kontraksi yang terjadi pada uterus atau dinding rahim. Kontraksi yang muncul menyebabkan wanita sampai berkeringat, tubuh mengalami pucat, dan kadang-kadang mengalami diare.

Wanita yang mengalami kondisi ini sering meminta izin untuk tidak bekerja karena takut ambruk di jalanan. Kondisi ini tidak dialami oleh semua wanita. Rasa sakit biasanya akan menurun setelah menstruasi usai.

4. Premenstrual syndrome (PMS)

PMS adalah salah satu gangguan yang paling umum terjadi pada wanita. Bahkan, setiap bulannya akan muncul dan terus berulang. Bagi wanita, kondisi cukup umum terjadi dan dianggap wajar meski beberapa ada yang parah.

Gangguan PMS ini umumnya datang dengan gejala cukup ringan. Sekitar 75% wanita mengaku tidak mengalami gangguan pada tubuhnya. Sementara itu, PMS juga menyebabkan gangguan cukup kuat pada 40% wanita.

Gejala fisik umum dari PMS yang dialami oleh wanita terdiri dari:

  • perut mengalami kembung
  • payudara jadi membesar dan terasa nyeri
  • lelah secara berlebihan
  • sembelit
  • sakit kepala

Selanjutnya gejala secara emosional terdiri dari:

  • mudah marah dan emosi
  • sering bingung dan merasa ketakutan
  • mengalami perubahan mood yang cepat
  • mudah menangis
  • bisa mengalami depresi
  • ketidakmampuan dalam melakukan konsentrasi

Kondisi PMS ini umumnya terjadi 3 hari sebelum waktu menstruasi muncul. Rasa nyeri dan tidak nyaman akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Kalau perasaan tidak nyaman terus muncul, kemungkinan ada PMDD.

5. Premenstrual dysphoric disorder (PMDD)

Kondisi PMDD ini dialami sekitar 3-8 persen dari wanita. Meski sekilas mirip sekali dengan PMS, terdapat beberapa perbedaan yang sangat mendasar. Perbedaan itu terlihat dari seberapa kuat pusing dan migrain terjadi.

Beberapa tanda umum dari PMDD adalah mudahnya wanita tersinggung, mengalami anxiety, dan mood swing. Wanita yang pernah mengalami depresi sebelumnya lebih rentang mengalami PMDD.

Tanda depresi kalau mengalami PMDD akan muncul selama beberapa hari. Setelah menstruasi yang dialami oleh tubuh selesai, tidak akan ada gangguan yang terjadi. Mood membaik dan pikiran jadi lebih enteng.

Penanganan Gangguan Menstruasi

Kalau mengalami gangguan menstruasi baik itu yang memicu perdarahan atau malah terhenti menstruasinya, penanganan harus segera dilakukan. Jika tidak, wanita akan mengalami nyeri kuat sampai sulit mendapatkan kehamilan.

Kondisi ini harus segera ditangani agar kondisi tidak terlalu parah. Berikut penanganan gangguan menstruasi selengkapnya.

1. Perdarahan yang abnormal

Kalau terjadi perdarahan yang abnormal dan jumlahnya ada banyak, kemungkinan besar bisa diatasi dengan menggunakan obat. Dokter akan meresepkan obat sesuai dengan kondisi perdarahan yang terjadi.

Selain dengan menggunakan obat, kondisi ini juga bisa diatasi dengan melakukan operasi. Operasi yang bisa dilakukan terdiri dari endometrial ablation, endometrial resection, myomectomy, dan hysterectomy.

2. Nyeri saat menstruasi

Kalau ingin mengatasi nyeri saat menstruasi caranya ada dua. Pertama dengan menggunakan obat pereda nyeri yang banyak di luar sana. Umumnya jenis seperti ibuprofen bisa digunakan. Selanjutnya, Anda juga disarankan untuk berolahraga.

Kalau Anda ingin mencegah gangguan menstruasi yang terjadi pada tubuh seperti nyeri, ada baiknya menggunakan obat sebelum kondisi itu datang. Kalau diminum saat rasa sakit muncul, kemungkinan besar tidak akan berpengaruh.

Gunakan botol dengan isi air hangat lalu letakkan di perut. Rasa nyeri akan hilang perlahan dan menghindari terjadinya kram.

3. PMS dan PSDD

Kalau kondisi mood sering buruk, ada baiknya untuk sering melakukan beberapa hal di bawah ini.

  • Menghindari alkohol secara berlebihan dan rokok.
  • Meningkatkan konsumsi kalsium dengan suplemen atau makanan.
  • Lebih banyak mengonsumsi karbohidrat kompleks.

Cek Jadwal Dokter & Konsultasi

Konsultasi Gratis dengan Dokter Spesialis kami di Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital Sekarang!

Layanan Kami

MahkotaRegency.ID merupakan Website Resmi dari Authorised Representative Office (ARO) Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital di Indonesia.

Berikut Adalah Layanan yang Dapat Kami Berikan:

  1. Informasi pelayanan medis dan Fasilitas kesehatan yang tersedia di Rumah Sakit
  2. Rekomendasi Dokter Spesialis & Paket Medical Check Up yang sesuai dengan kebutuhan & keluhan anda
  3. Informasi Estimasi Biaya untuk berbagai tindakan medis (Konsultasi, Dokter, Rawat Inap, Tes kesehatan & pembedahan)
  4. Pengurusan temu janji (Appointment) ke dokter spesialis ataupun medical Check Up
  5. Pemesanan akomodasi & transportasi (Tiket pesawat, Sarana transportasi menuju Rumah Sakit, Hotel / Penginapan)
  6. Pengurusan klaim (Medical Record, Keperluan asuransi, dll)
  7. Informasi tempat wisata di sekitar Rumah Sakit

Info Lebih Lanjut:

Perwakilan Resmi (ARO) Rumah Sakit Malaysia
Alamat : JL. Barata Jaya XIX No.31C, Baratajaya, Gubeng, Surabaya, Jawa Timur 60284
24 hours Call Centre : 0838-3002-8050
E-mail : mmcsurabayaoffice@gmail.com 

Website: www.mahkotaregency.id 

Konsultasi Sekarang!