Penyakit autoimun akan menyebabkan daya tahan tubuh salah melakukan pengenalan dan penyerangan. Normalnya, sistem imun akan menyerang radikal bebas dan membuat tubuh jadi lebih sehat.

Namun, kalau terjadi masalah dengan tubuh, sistem imun justru melakukan serangan yang sembarangan. Kondisi ini disebut dengan kondisi autoimun. Seseorang yang mengalami kondisi ini justru diserang sistem imunnya dan jadi sakit.

Penyakit autoimun ada banyak dan umumnya akan menyerang satu organ secara spesifik atau langsung ke seluruh tubuh. Untuk memahami jenis penyakit autoimun yang umum terjadi, simak ulasan di bawah ini.

Jenis Penyakit Autoimun

Mengenal jenis penyakit autoimun akan membantu Anda dalam mengatasi masalah yang terjadi dengan cepat dan tepat sasaran.

1. Diabetes tipe 1

Seseorang yang mengalami masalah dengan diabetes 1, pankreasnya bermasalah. Sistem kekebalan tubuh menyerang organ itu khususnya di beberapa sel yang mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang banyak.

Akibat sel yang menghasilkan insulin mengalami gangguan, tubuh jadi tidak bisa meregulasi gula darah dengan baik. Sel di tubuh juga tidak bisa memanfaatkannya lantaran tidak ada bantuan insulin.

Kondisi tubuh yang tidak bisa mengatasi kadar gula darah ini menyebabkan terjadinya diabetes tipe 1. Biasanya anak-anak atau remaja mengalami kondisi ini dan bisa ditangani dengan terapi secara berkala.

2. Psoriasis/psoriatic arthritis

Kulit manusia normalnya akan mengalami pergantian seiring dengan berjalannya waktu. Kulit bagian luar akan mengelupas dan berganti dengan kulit baru. Sayangnya, kalau terjadi abnormalitas, justru lapisan kulit mengalami penambahan dengan cepat.

Sel yang tumbuh dalam jumlah banyak itu menyebabkan inflamasi terjadi cukup sering dan memicu perubahan warna. Biasanya kulit akan menjadi kemerahan dan akhirnya terasa panas atau nyeri saat ditekan.

Sekitar 30% dari kondisi psoriasis ini menyebabkan penumpukan jaringan di sekitar sendi yang ada di tubuh. Dampaknya kaki dan tangan jadi sulit untuk digerakkan. Kondisi ini biasanya disebut psoriatic arthritis.

3. Multiple sclerosis

Seseorang yang mengalami multiple sclerosis atau MS biasanya akan mengalami kerusakan pada bagian myelin di saraf. Harusnya bagian ini harus terlindungi agar proses informasi yang diterima bisa berjalan dengan baik dan respons cepat.

Kalau bagian di myelin mengalami gangguan, proses penerimaan saraf dan responsnya akan terlambat. Harusnya antara otak dan jaringan saraf di tulang belakang langsung tersambung dengan cepat.

Selain menyebabkan respons yang terlambat, kerusakan ini juga bisa menyebabkan masalah seperti terasa nyeri, tubuh terasa lemas, gangguan pada keseimbangan, dan masalah dengan kemampuan untuk berjalan.

4. Rheumatoid arthritis

Seseorang yang mengalami kondisi RA ini akan mengalami gangguan pada persendiannya. Sistem imun yang dimiliki oleh tubuh akan melakukan penyerangan dengan sendirinya ke area itu sehingga terjadi inflamasi, nyeri, dan kaku.

Kondisi ini menyebabkan seseorang tidak bisa berjalan dengan baik atau menggerakkan tangannya. Biasanya orang tua yang akan mengalami ini, tapi orang dengan usia sekitar 30 tahun juga bisa mengalaminya.

5. Systemic lupus erythematosus

Lupus biasanya muncul dalam bentuk peradangan di wajah atau bagian kulit lain sehingga terlihat memerah. Seseorang yang mengalami lupus tidak hanya akan mengalami gangguan kulit saja, organ lain juga akan terkena.

Beberapa jenis organ yang akan terkena dampak dari lupus adalah ginjal, otak, dan jantung. Namun, yang paling sering adalah area persendian. Rasa lelah dan nyeri seri muncul kalau kondisi lupus tidak bisa dikendalikan.

6. Inflammatory bowel disease (IBD)

IBD adalah gangguan yang memicu adanya inflamasi di sistem cerna seperti usus. Seseorang dengan gangguan IBD ini sering mengalami gangguan dengan pencernaan seperti nyeri yang intens dan kerap sekali tidak bisa ditahan.

Penyakit ini bisa terjadi di usus saja baik besar atau kecil. Namun, gangguan ini juga menyerang mulut dan organ lain yang tersambung.

7. Addison’s disease

Penyakit autoimun ini menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak hormon seperti kortisol dan aldosteron. Hormon ini kalau diproduksi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan masalah seperti kelelahan, penurunan BB, dan gula darah rendah.

Penyakit ini memang tidak bisa disembuhkan. Namun, bisa dikendalikan berapa jumlah hormon yang keluar.

8. Graves’ disease

Penyakit ini menyebabkan sistem imun yang dialami oleh tubuh melakukan penyerangan ke kelenjar di leher. Kelenjar tiroid jadi menghasilkan banyak hormon yang menyebabkan gangguan pada tubuh.

Hormon yang diproduksi dalam jumlah banyak akan memicu seseorang mudah grogi, detak jantungnya meningkat, tidak tahan dengan panas, dan mengalami penurunan berat badan yang terlalu signifikan.

9. Celiac disease

Penyakit ini menyebabkan masalah pada usus kecil sehingga terjadi pengeroposan. Kondisi ini muncul kalau ada gluten atau zat tepung yang masuk ke usus. Karena ada abnormalitas, sistem imun melakukan penyerangan.

Karena terus diserang, inflamasi akan terjadi hingga memicu perasaan tidak nyaman dan nyeri. Biasanya orang dengan gangguan ini tidak bisa mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gluten berlebihan.

Gejala Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun memang banyak, tapi secara umum memiliki gejala yang mirip sehingga mudah untuk dikenali.

Gejala dari penyakit ini terdiri dari:

  • Mudah mengalami kelelahan meski tidak melakukan aktivitas yang berat atau intens.
  • Otot di tubuh sering terasa sakit saat disentuh
  • Tubuh mengalami lebam atau ruam merah di beberapa bagian termasuk di area wajah
  • Sering mengalami demam dengan intensitas rendah
  • Sulit sekali mengalami konsentrasi
  • Terasa sakit di tangan dan kaki seperti kesemutan, tapi sering sekali munculnya
  • Rambut rontok dengan cepat
  • Kulit mudah terluka

Penanganan Penyakit Autoimun

Satu hal yang harus dipahami oleh seseorang yang terkena penyakit autoimun adalah kondisi ini tidak akan bisa sembuh.

Namun, kita bisa mengendalikan dengan baik sehingga gejala dan efeknya ke tubuh bisa diminimalkan.

Biasanya penanganan dilakukan untuk mengendalikan bagaimana respons antibodi ke tubuh, mengendalikan inflamasi, dan mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh tubuh. Dokter biasanya meresepkan:

  • nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) atau obat anti inflamasi seperti ibuprofen. Obat ini akan membantu penderita menahan rasa nyeri di tubuhnya.
  • Obat untuk menekan imun yang berlebihan responsnnya.

Selain menggunakan obat untuk meredakan rasa sakit dan juga inflamasi yang berlebihan di tubuh. Dokter juga akan menyarankan seseorang untuk mengubah gaya hidup yang lebih baik.

Biasanya beberapa jenis makanan yang dikonsumsi membantu seseorang untuk mengatasi inflamasi.

Penyakit ini biasanya tidak bisa disembuhkan, namun masih bisa dikendalikan dengan baik. Untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik anda dapat konsultasi dengan Dokter Spesialis Reumatologi.

Dr. Shalinie Ramanujam merupakan Spesialis Reumatologi terkemuka di RS. Mahkota Medical Centre.

Banyak rujukan pasien dari Indonesia untuk beberapa kasus terutama osteoarthritis,  rheumatoid arthritis,  tendinitis, lupus dll

Dr Shalinie Ramanujam

Spesialis Reumatologi

Cek Jadwal Dokter & Konsultasi

Konsultasi Gratis dengan Dokter Spesialis kami di Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital Sekarang!

Layanan Kami

MahkotaRegency.ID merupakan Website Resmi Kantor Perwakilan Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital di Indonesia.

Berikut Adalah Layanan yang Dapat Kami Berikan:

  1. Informasi lengkap tentang Rumah Sakit
  2. Rekomendasi Dokter Spesialis & Jadwal Dokter
  3. Informasi Estimasi Biaya untuk berbagai tindakan medis
  4. Pengurusan temu janji (Appointment)
  5. Pengurusan akomodasi & transportasi
  6. Pengurusan klaim (Medical Record, Keperluan asuransi, dll)

Info Lebih Lanjut:

Perwakilan Resmi (ARO) Rumah Sakit Malaysia
Alamat : JL. Baratajaya XIX No.31C, Gubeng, Kota Surabaya
24 hours Call Centre : 0838-3002-8050
E-mail : mmcsurabayaoffice@gmail.com 

Website: www.mahkotaregency.id

Konsultasi Sekarang!