Mengenal Berbagai Jenis Penyakit Autoimun dan Pengobatannya

Penyakit autoimun akan menyebabkan daya tahan tubuh salah melakukan pengenalan dan penyerangan. Normalnya, sistem imun akan menyerang radikal bebas dan membuat tubuh jadi lebih sehat.

Namun, kalau terjadi masalah dengan tubuh, sistem imun justru melakukan serangan yang sembarangan. Kondisi ini disebut dengan kondisi autoimun. Seseorang yang mengalami kondisi ini justru diserang sistem imunnya dan jadi sakit.

Baca Juga: Lupus Nefritis : Gejala, Diagnosis, & Pengobatannya Di Malaysia

Penyakit autoimun ada banyak dan umumnya akan menyerang satu organ secara spesifik atau langsung ke seluruh tubuh. Untuk memahami jenis penyakit autoimun yang umum terjadi, simak ulasan di bawah ini.

Jenis Penyakit Autoimun

Mengenal jenis penyakit autoimun akan membantu Anda dalam mengatasi masalah yang terjadi dengan cepat dan tepat sasaran.

1. Diabetes tipe 1

Seseorang yang mengalami masalah dengan diabetes 1, pankreasnya bermasalah. Sistem kekebalan tubuh menyerang organ itu khususnya di beberapa sel yang mampu menghasilkan insulin dalam jumlah yang banyak.

Akibat sel yang menghasilkan insulin mengalami gangguan, tubuh jadi tidak bisa meregulasi gula darah dengan baik. Sel di tubuh juga tidak bisa memanfaatkannya lantaran tidak ada bantuan insulin.

Kondisi tubuh yang tidak bisa mengatasi kadar gula darah ini menyebabkan terjadinya diabetes tipe 1. Biasanya anak-anak atau remaja mengalami kondisi ini dan bisa ditangani dengan terapi secara berkala.

2. Psoriasis/psoriatic arthritis

Kulit manusia normalnya akan mengalami pergantian seiring dengan berjalannya waktu. Kulit bagian luar akan mengelupas dan berganti dengan kulit baru. Sayangnya, kalau terjadi abnormalitas, justru lapisan kulit mengalami penambahan dengan cepat.

Sel yang tumbuh dalam jumlah banyak itu menyebabkan inflamasi terjadi cukup sering dan memicu perubahan warna. Biasanya kulit akan menjadi kemerahan dan akhirnya terasa panas atau nyeri saat ditekan.

Sekitar 30% dari kondisi psoriasis ini menyebabkan penumpukan jaringan di sekitar sendi yang ada di tubuh. Dampaknya kaki dan tangan jadi sulit untuk digerakkan. Kondisi ini biasanya disebut psoriatic arthritis.

3. Multiple sclerosis

Seseorang yang mengalami multiple sclerosis atau MS biasanya akan mengalami kerusakan pada bagian myelin di saraf. Harusnya bagian ini harus terlindungi agar proses informasi yang diterima bisa berjalan dengan baik dan respons cepat.

Kalau bagian di myelin mengalami gangguan, proses penerimaan saraf dan responsnya akan terlambat. Harusnya antara otak dan jaringan saraf di tulang belakang langsung tersambung dengan cepat.

Selain menyebabkan respons yang terlambat, kerusakan ini juga bisa menyebabkan masalah seperti terasa nyeri, tubuh terasa lemas, gangguan pada keseimbangan, dan masalah dengan kemampuan untuk berjalan.

4. Rheumatoid arthritis

Seseorang yang mengalami kondisi RA ini akan mengalami gangguan pada persendiannya. Sistem imun yang dimiliki oleh tubuh akan melakukan penyerangan dengan sendirinya ke area itu sehingga terjadi inflamasi, nyeri, dan kaku.

Kondisi ini menyebabkan seseorang tidak bisa berjalan dengan baik atau menggerakkan tangannya. Biasanya orang tua yang akan mengalami ini, tapi orang dengan usia sekitar 30 tahun juga bisa mengalaminya.

5. Systemic lupus erythematosus

Lupus biasanya muncul dalam bentuk peradangan di wajah atau bagian kulit lain sehingga terlihat memerah. Seseorang yang mengalami lupus tidak hanya akan mengalami gangguan kulit saja, organ lain juga akan terkena.

Beberapa jenis organ yang akan terkena dampak dari lupus adalah ginjal, otak, dan jantung. Namun, yang paling sering adalah area persendian. Rasa lelah dan nyeri seri muncul kalau kondisi lupus tidak bisa dikendalikan.

6. Inflammatory bowel disease (IBD)

IBD adalah gangguan yang memicu adanya inflamasi di sistem cerna seperti usus. Seseorang dengan gangguan IBD ini sering mengalami gangguan dengan pencernaan seperti nyeri yang intens dan kerap sekali tidak bisa ditahan.

Penyakit ini bisa terjadi di usus saja baik besar atau kecil. Namun, gangguan ini juga menyerang mulut dan organ lain yang tersambung.

7. Addison’s disease

Penyakit autoimun ini menyebabkan tubuh memproduksi terlalu banyak hormon seperti kortisol dan aldosteron. Hormon ini kalau diproduksi dalam jumlah banyak bisa menyebabkan masalah seperti kelelahan, penurunan BB, dan gula darah rendah.

Penyakit ini memang tidak bisa disembuhkan. Namun, bisa dikendalikan berapa jumlah hormon yang keluar.

8. Graves’ disease

Penyakit ini menyebabkan sistem imun yang dialami oleh tubuh melakukan penyerangan ke kelenjar di leher. Kelenjar tiroid jadi menghasilkan banyak hormon yang menyebabkan gangguan pada tubuh.

Hormon yang diproduksi dalam jumlah banyak akan memicu seseorang mudah grogi, detak jantungnya meningkat, tidak tahan dengan panas, dan mengalami penurunan berat badan yang terlalu signifikan.

9. Celiac disease

Penyakit ini menyebabkan masalah pada usus kecil sehingga terjadi pengeroposan. Kondisi ini muncul kalau ada gluten atau zat tepung yang masuk ke usus. Karena ada abnormalitas, sistem imun melakukan penyerangan.

Baca Juga: 8 Cara Mengontrol Gula Darah Bagi Penderita Diabetes

Karena terus diserang, inflamasi akan terjadi hingga memicu perasaan tidak nyaman dan nyeri. Biasanya orang dengan gangguan ini tidak bisa mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gluten berlebihan.

Gejala Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun memang banyak, tapi secara umum memiliki gejala yang mirip sehingga mudah untuk dikenali.

Gejala dari penyakit ini terdiri dari:

  • Mudah mengalami kelelahan meski tidak melakukan aktivitas yang berat atau intens.
  • Otot di tubuh sering terasa sakit saat disentuh
  • Tubuh mengalami lebam atau ruam merah di beberapa bagian termasuk di area wajah
  • Sering mengalami demam dengan intensitas rendah
  • Sulit sekali mengalami konsentrasi
  • Terasa sakit di tangan dan kaki seperti kesemutan, tapi sering sekali munculnya
  • Rambut rontok dengan cepat
  • Kulit mudah terluka

Penanganan Penyakit Autoimun

Satu hal yang harus dipahami oleh seseorang yang terkena penyakit autoimun adalah kondisi ini tidak akan bisa sembuh.

Namun, kita bisa mengendalikan dengan baik sehingga gejala dan efeknya ke tubuh bisa diminimalkan.

Baca Juga: Sering Mengantuk dan Lelah Setelah Makan, Tanda Diabetes?

Biasanya penanganan dilakukan untuk mengendalikan bagaimana respons antibodi ke tubuh, mengendalikan inflamasi, dan mengurangi rasa sakit yang dirasakan oleh tubuh. Dokter biasanya meresepkan:

  • Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs) atau obat anti inflamasi seperti ibuprofen. Obat ini akan membantu penderita menahan rasa nyeri di tubuhnya.
  • Obat untuk menekan imun yang berlebihan responsnnya.

Selain menggunakan obat untuk meredakan rasa sakit dan juga inflamasi yang berlebihan di tubuh. Dokter juga akan menyarankan seseorang untuk mengubah gaya hidup yang lebih baik.

Biasanya beberapa jenis makanan yang dikonsumsi membantu seseorang untuk mengatasi inflamasi.

Penyakit ini biasanya tidak bisa disembuhkan, namun masih bisa dikendalikan dengan baik. Untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik anda dapat konsultasi dengan Dokter Spesialis Reumatologi.

Dr Shalinie Ramanujam merupakan Spesialis Reumatologi terkemuka di RS. Mahkota Medical Centre.

Banyak rujukan pasien dari Indonesia untuk beberapa kasus terutama osteoarthritis, rheumatoid arthritis, tendinitis, lupus dll

Dokter Spesialis Reumatologi Terbaik di Malaysia
perwakilan rumah sakit mahkota medical centre malaysia di surabaya

Layanan Kami

MahkotaRegency.ID merupakan Website Resmi Kantor Perwakilan Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital di Indonesia.

Berikut Adalah Layanan yang Dapat Kami Berikan:

  1. Informasi lengkap tentang Rumah Sakit
  2. Rekomendasi Dokter Spesialis & Jadwal Dokter
  3. Informasi Estimasi Biaya untuk berbagai tindakan medis
  4. Pengurusan temu janji (Appointment)
  5. Pengurusan akomodasi & transportasi
  6. Pengurusan klaim (Medical Record, Keperluan asuransi, dll)
  7. Telekonsultasi dengan Dokter Spesialis Terbaik Malaysia
  8. Pemesanan Obat di Farmasi Rumah Sakit Malaysia
  9. Evakuasi Medis
  10. Pengaturan dan pemesan transportasi selama situasi Covid-19 sepert jet charter, air ambulance, dan ferry charter
  11. Pengurusan ijin MHTC

Info Lebih Lanjut:

Perwakilan Resmi (ARO) Rumah Sakit Malaysia
Alamat : JL. Baratajaya XIX No.31C, Gubeng, Kota Surabaya
24 hours Call Centre : 0838-3002-8050
E-mail : mmcsurabayaoffice@gmail.com 

Website: www.mahkotaregency.id

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on twitter
Share on Twitter
Share on linkedin
Share on Linkdin
Share on pinterest
Share on Pinterest

Mengenal Berbagai Jenis Penyakit Autoimun dan Pengobatannya

perwakilan rumah sakit mahkota medical centre malaysia di surabaya

Layanan Kami

MahkotaRegency.ID merupakan Website Resmi Kantor Perwakilan Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital di Indonesia.

Berikut Adalah Layanan yang Dapat Kami Berikan:

  1. Informasi lengkap tentang Rumah Sakit
  2. Rekomendasi Dokter Spesialis & Jadwal Dokter
  3. Informasi Estimasi Biaya untuk berbagai tindakan medis
  4. Pengurusan temu janji (Appointment)
  5. Pengurusan akomodasi & transportasi
  6. Pengurusan klaim (Medical Record, Keperluan asuransi, dll)
  7. Telekonsultasi dengan Dokter Spesialis Terbaik Malaysia
  8. Pemesanan Obat di Farmasi Rumah Sakit Malaysia
  9. Evakuasi Medis
  10. Pengaturan dan pemesan transportasi selama situasi Covid-19 sepert jet charter, air ambulance, dan ferry charter
  11. Pengurusan ijin MHTC

Info Lebih Lanjut:

Perwakilan Resmi (ARO) Rumah Sakit Malaysia
Alamat : JL. Baratajaya XIX No.31C, Gubeng, Kota Surabaya
24 hours Call Centre : 0838-3002-8050
E-mail : mmcsurabayaoffice@gmail.com 

Website: www.mahkotaregency.id

Like this article?

Share on facebook
Share on Facebook
Share on twitter
Share on Twitter
Share on linkedin
Share on Linkdin
Share on pinterest
Share on Pinterest

Leave a comment

Share:

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on pinterest
Pinterest
Share on linkedin
LinkedIn

Salah satu jenis pengobatan dari kanker yang paling umum dilakukan adalah kemoterapi. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan obat yang mengandung zat kimia cukup kuat. Fungsinya untuk membunuh sel kanker yang tumbuh cepat.

Kemoterapi biasanya diberikan dalam bentuk infus atau obat oral pada pasien dengan dosis tertentu. Prosedur ini bisa dilakukan tanpa ada tambahan pengobatan lain atau dikombinasikan untuk mempercepat kesembuhan.

Mengapa kemoterapi harus dilakukan?

Kemoterapi dilakukan pada penderita kanker atau penyakit tertentu untuk beberapa alasan, berikut selengkapnya:

  • Untuk menyembuhkan kanker tanpa prosedur lainnya. Jadi, dengan menggunakan kemoterapi saja, kanker yang ada di tubuh bisa dibunuh perlahan-lahan sampai ke sel yang paling kecil sekali pun.
  • Digunakan untuk membunuh sisa sel kanker yang masih ada di tubuh. Biasanya, prosedur ini dilakukan pasca operasi untuk menyisir sisa sel kanker yang dikhawatirkan akan membesar kembali di organ lain.
  • Dimanfaatkan untuk persiapan prosedur lainnya. Misal ukuran dari kanker atau tumor yang dimiliki pasien cukup besar dan lokasinya agak sulit dijangkau. Dengan kemoterapi, sel bisa dibuat kecil dan mudah diangkat.
  • Menghilangkan tanda atau gejala dari kanker yang cukup mengganggu di tubuh. Prosedur ini sering disebut dengan nama kemoterapi paliatif. Dilakukan untuk memberikan rasa nyaman pada pasien.

Apa yang terjadi di tubuh saat kemoterapi?

Saat kemoterapi dilakukan respons yang diterima oleh beberapa orang bisa berbeda satu dengan lainnya. Namun, secara umum akan memiliki beberapa efek mengingat kemoterapi menggunakan bahan kimia yang sangat kuat.

Efek samping yang mungkin terjadi di bawah ini wajar. Seiring dengan penyembuhan pasien biasanya akan menghilang dengan sendirinya. 

  • mengalami mual dan kadang muntah
  • rambut rontok dan kadang sampai mengalami kebotakan
  • hilangnya nafsu makan selama beberapa saat
  • mengalami gangguan pencernaan baik itu diare atau sembelit
  • demam dengan intensitas bervariasi
  • tubuh terasa lelah dan kadang lemas
  • kulit di tubuh mudah memar
  • kemungkinan terjadi perdarahan
  • kerusakan pada organ organ meski langka dan hanya terjadi pada orang yang menjalani kemoterapi dalam jangka waktu lama

Berapa kali kemoterapi harus dilakukan?

Sebenarnya setiap orang yang menderita kanker akan menjalani kemoterapi dengan jumlah yang berbeda-beda. Bahkan banyaknya sesi juga bervariasi tergantung dengan tujuannya, apakah untuk pengobatan atau untuk mengecilkan ukuran tumor.

Kemoterapi bisa dijalankan sebagai salah satu metode untuk menangani kanker. Itulah kenapa pengobatan atau prosedur ini akan dilakukan bergantian dengan prosedur lain, misal radiasi atau terapi tertarget serta imunoterapi.

Jenis Obat Kemoterapi

Jenis obat untuk kemoterapi berbeda-beda untuk setiap prosedur yang dilakukan. Secara umum, jenis obat kemoterapi terdiri dari:

1. Agen Alkylating

Obat ini digunakan untuk mengubah struktur DNA dari sel kanker yang sedang tumbuh di tubuh. Sel yang mengalami perubahan jadi mudah dibunuh atau dikecilkan ukurannya.

Memasukkan obat jenis ini akan membuat jumlah sel kanker yang ada di tubuh menurun. Selain itu, kalau ada sel yang tumbuh besar seperti tumor, kemungkinan besar bisa dikecilkan.

2. Alkaloids dari Tumbuhan

Satu ciri dari sel kanker yang paling mudah diamati adalah mudahnya terbelah dan menjadi sel baru. Kalau kemampuan untuk tumbuh dan memperbanyak ini terus dibiarkan, kanker bisa menyebar ke organ lain.

Kemoterapi yang berjenis alkaloids dari tumbuhan ini memiliki kemampuan untuk menahan pembelahan dan penambahan sel kanker. Jadi, kanker akan tetap di ukurannya sebelum prosedur dilakukan.

3. Antimetabolites

Kemoterapi yang dilakukan dengan prosedur ini bisa dengan mudah meniru protein yang dibutuhkan oleh sel. Karena sel kanker dikenal ganas dan sering menyerobot sari makanan, zat itu akan dimakan atau diserap.

Saat zat yang mirip dengan protein ini dimakan oleh sel kanker, efek samping yang akan terjadi adalah sel jadi kelaparan. Efeknya, sel tidak akan mendapatkan nutrisi lagi dan akhirnya mati.

4. Antibiotik Anti Tumor

Antibiotik ini berbeda dengan antibiotik yang digunakan untuk mengatasi inveksi bakteri. Saat dimasukkan ke dalam tubuh, sel yang akan diserang adalah sel tumor yang tumbuh terlalu cepat.

Sel yang ada di tumor akan ditahan untuk tidak terus tumbuh dan menggandakan dirinya. Dengan begitu, ukuran dari sel bisa ditahan untuk memudahkan proses pengangkatan.

Jenis Prosedur Kemoterapi

Prosedur pemberian kemoterapi ada banyak jenisnya. Masing-masing pasien akan diberi prosedur yang berbeda sesuai dengan jenis kanker dan kondisinya. Berikut beberapa jenis prosedur kemoterapi.

  • Kemoterapi dengan infus. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan cairan kemoterapi ke pembuluh darah di tangan. Proses kemoterapi selesai kalau semua cairan sudah masuk ke tubuh.
  • Kemoterapi dengan suntikan. Proses ini sangat cepat dan mirip sekali dengan injeksi yang dilakukan dokter untuk jenis sakit lainnya.
  • Kemoterapi dengan pil. Pasien akan diberi satu atau beberapa set pil yang harus dikonsumsi seperti obat. Setelah pil dipecah dan diserap oleh organ pencernaan, efek dari kemoterapi akan terasa.
  • Kemoterapi dengan salep atau krim. Beberapa jenis kanker seperti yang terjadi di kulit bisa diatasi dengan krim yang mengandung obat kemoterapi di dalamnya.
  • Kemoterapi diberikan langsung ke kanker. Dokter akan langsung menyuntikkan atau memasukkan obat kemoterapi langsung ke sel kanker untuk mengurangi efek samping ke organ lain.

Efektivitas Kemoterapi

Aktivitas dari kemoterapi berbeda-beda dan tergantung dengan tujuannya. Kalau prosedur ini digunakan untuk membunuh kanker, saat pemeriksaan lagi dilakukan, sel akan hilang atau hanya ada sedikit saja.

Selanjutnya, kalau digunakan untuk mengecilkan ukuran dari tumor, pada pemeriksaan dengan sinar-X atau prosedur pemindaian lain akan pengecilan ukuran yang signifikan.

Selanjutnya, gejala dari kanker seperti tubuh semakin kurus, rasa nyeri, hingga rasa lelah berlebihan akan menurun dengan sendirinya. Jadi, tubuh jadi lebih enak dan bisa menjalani aktivitas harian.

Terdiagnosa kanker memang jadi pukulan yang sangat besar bagi para penderita, Apalagi jenis kankernya memang cukup berbahaya dan berisiko tinggi.

Namun, dengan teknologi pengobatan sekarang, sebagian kanker bisa diatasi dengan baik.

Kunci dari penanganan kanker adalah mengetahui kondisinya sejak dini. Kalau kanker sudah terdiagnosa sejak dini, penanganan bisa dilakukan dengan baik. Kanker juga belum menyebar ke banyak organ atau mengalami metastasis.

Apabila Anda sudah merasa memiliki gejala dari kanker seperti tubuh mudah lelah sampai penurunan berat badan yang cepat, segera lakukan konsultasi dengan dokter.

Untuk penanganan yang tepat, Anda dapat konsultasi dengan Dokter Spesialis Radiologi dan Onkologi di rumah sakit Terbaik di Malaysia, salah satunya yaitu Mahkota Medical Centre dan Regency Specialist Hospital.

This Post Has 3 Comments

Tinggalkan Balasan