Tumor rahim atau sering disebut miom atau uterine fibroid adalah pertumbuhan sel abnormal di rahim. Sel ini awalnya kecil lalu membesar perlahan-lahan. Meski tumor di rahim tidak bersifat kanker, kondisi ini bisa sangat berbahaya pada wanita.

Baca Juga: Prosedur Skrining Kanker Serviks yang Tepat untuk Wanita

Tumor yang terus membesar bisa menekan rahim dan juga organ di sekitarnya. Selain itu, kondisi seperti perdarahan dan gangguan kehamilan juga bisa muncul dan menyebabkan masalah lebih serius pada wanita.

Jenis Tumor Rahim

Jenis tumor rahim yang dialami wanita ditentukan oleh lokasinya tumbuh. Berikut beberapa jenis tumor rahim selengkapnya.

  • Tumor intramural

Tumor jenis ini adalah yang paling umum terjadi pada banyak wanita. Sel tumor biasanya tumbuh di dalam dinding rahim. Lokasinya berada di tengah-tengah sehingga benjolan kerap tidak terlihat.

Meski tidak terlihat dari luar, tumor bisa membesar dengan sendirinya dan meregangkan otot. Efeknya, rasa sakit akan sering dirasakan wanita karena ada tekanan besar di rahim.

  • Tumor subserosal

Subserosal adalah tumor yang lokasinya berada di dinding rahim bagian luar. Artinya lebih dekat dengan lapisan luar daripada lapisan dalam. Tumor ini biasanya cepat membesar kalau dibiarkan.

Kalau wanita memiliki satu tumor di salah satu sisi rahim, organ akan terlihat besar sebelah atau tidak simetris.

  • Tumor pedunculated

Tumor ini tumbuh mirip sekali dengan polip. Jadi, di bagian ruang rahim akan menggantung tumor yang ukurannya bisa membesar dengan sendirinya. Tumor ini bisa tumbuh dengan batang yang memiliki pembuluh darah.

  • Tumor submucosal

Tumor ini adalah kebalikan dari subserosal. Sel tumor yang membesar berada di dekat lapisan kulit dalam. Jadi permukaan rahim akan terlihat ada gundukan-gundukan.

Penyebab Tumor Rahim

Tumor rahim atau miom bisa muncul karena ada pemicunya. Nah, beberapa hal yang bisa memicu tumor rahim terdiri dari:

1. Perubahan gen

Sel yang ada di rahim bisa mengalami perubahan pada gennya. Perubahan ini menyebabkan beberapa sel yang awalnya normal menjadi abnormal. Efeknya, sel jadi mudah melipatgandakan jumlahnya dan membentuk tumor.

2. Pengaruh hormon

Hormon seksual yang dimiliki oleh wanita seperti estrogen dan progesteron bisa menstimulasi tumbuhnya tumor. Dua hormon ini umumnya memengaruhi lapisan dari rahim khususnya akan hamil atau menstruasi.

Adanya abnormalitas pada hormon menyebabkan sel tumor muncul. Sel ini biasanya mengandung cukup banyak reseptor estrogen dan progesteron. Setelah wanita menopause, hormon akan turun sehingga sel tumor ikut mengkerut.

3. Riwayat keluarga

Kalau ibu, nenek, atau saudara perempuan lain memiliki tumor rahim sebelumnya, kemungkinan besar mudah mengalami tumor. Itulah kenapa pemeriksaan dini harus dilakukan pada seseorang yang memang berisiko.

4. Kehamilan

Saat sedang hamil, jumlah hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuh akan mengalami peningkatan. Nah, tingginya dua hormon ini selama hamil bisa memicu terbentuknya tumor di rahim.

Faktor Risiko Tumor di Rahim

Selain beberapa penyebab yang sudah diulas di atas, tumor rahim juga bisa muncul akibat beberapa faktor di bawah ini.

  • Berusia di atas 30 tahun dan pernah hamil serta melahirkan sebelumnya.
  • Berat badan cukup tinggi atau mengalami obesitas.
  • Wanita yang berasal dari ras kulit hitam seperti Afrika, Afrika-Amerika, dan lainnya.
  • Menstruasi dan terlalu cepat datang saat remaja.
  • Melakukan diet tinggi protein yang berasal dari daging merah.
  • Diet yang buruk secara menyeluruh dan kerap mengonsumsi alkohol.

Gejala Tumor Rahim

Kalau di dalam rahim muncul tumor, beberapa gejala di bawah ini bisa muncul. Simak selengkapnya ya biar lebih waspada.

  • Perdarahan yang sangat intens dan terjadi saat menstruasi atau di antara dua siklus. Perdarahan ini banyak mengeluarkan gumpalan darah.
  • Meningkatkan risiko mengalami kram di perut saat menstruasi.
  • Punggung bagian bawah juga mengalami nyeri yang cukup mengganggu.
  • Perasaan ingin buang air kecil sangat besar meski kadang tidak keluar terlalu banyak.
  • Saat berhubungan badan dengan pasangan, rasa sakitnya sangat menyiksa.
  • Menstruasi yang dialami jauh lebih lama dari kondisi normal.
  • Ada tekanan di bagian bawah perut sehingga area itu terasa seperti penuh.
  • Ada pembengkakan di perut seperti orang yang kembung.

Diagnosis Tumor di Rahim

Untuk mengetahui ada tidaknya tumor dan di mana lokasinya, beberapa tindakan diagnosis ini bisa dilakukan.

1. Tes laboratorium

Tes di laboratorium biasanya dilakukan dengan mengambil sampel darah di tubuh. Dari sampel darah yang diambil, dokter akan melihat ada tidaknya risiko anemia yang dipicu oleh perdarahan internal di rahim akibat tumor atau gangguan lain.

2. Tes dengan gelombang ultrasonik

Dokter atau tenaga medis akan menggunakan alat bernama transducer. Alat ini akan digerakkan di sekitar perut bagian bawah. Selanjutnya, dokter akan memasukkan alat ke vagina untuk mengambil sisi lain dari rahim.

Setelah prosedur pemindaian selesai, gambar dari rahim akan terlihat. Apabila di dalam rahim terdapat abnormalitas, biasanya langsung terlihat.

3. MRI

Pemindaian dengan menggunakan MRI akan memudahkan dokter untuk melihat kondisi rahim secara lebih detail. Bagian dari rahim yang terkena tumor akan terlihat. Bahkan ukuran dari rahim juga bisa dideteksi.

Pengobatan Tumor Rahim

Tumor rahim bisa diatasi dengan beberapa jenis pengobatan. Baik pengobatan untuk menangani masalah, cara ini dilakukan juga untuk menurunkan gejala yang mengganggu.

1. Penggunaan obat

Obat digunakan untuk penanganan tumor rahim dalam beberapa hal. Ada obat yang digunakan untuk mengendalikan kadar dari estrogen dan progesteron di dalam tubuh agar ukuran dari tumor bisa ditahan.

Selanjutnya ada juga obat yang digunakan untuk mengatasi perdarahan yang terlalu berlebihan di dalam rahim. Terakhir, obat juga digunakan untuk menangani rasa sakit yang berlebihan di rahim khususnya saat menstruasi.  

2. Prosedur Invasif

Prosedur invasif adalah salah satu prosedur yang diambil paling terakhir dari prosedur penanganan tumor di rahim. Biasanya prosedur ini digunakan untuk menangani tumor di rahim yang jumlahnya ada banyak.

Selain itu, prosedur invasif ini juga dilakukan kalau kondisinya sudah parah. Operasi dilakukan dengan pembedahan terbuka melalui perut. Semua tumor akan diambil atau rahimnya diangkat seluruhnya termasuk organ di sekitarnya.

3. Proseur non invasif

Prosedur ini dilakukan tanpa ada sayatan di kulit sama sekali. Semua prosedur dilakukan tanpa mengeluarkan darah. Salah satu jenis prosedur yang bisa dilakukan adalah HIFU.

4. Prosedur minimal invasif

Salah satu prosedur yang diterapkan untuk jenis operasi ini adalah laparoskopi. Prosedur dilakukan dengan membuat sayatan kecil di perut dan memasukkan alat melalui lubang itu.

Operasi dilakukan secara manual atau dengan bantuan robot.

***

Tumor rahim atau miom bisa memiliki ukuran yang bervariasi. Dari besar sampai kecil bisa muncul dan membuat permukaan rahim tidak merata.

Baca Juga: Menyiasati Infertilitas pada Pria Setelah Operasi Kanker Prostat

Perdarahan internal juga sering terjadi dan memicu rasa sakit dan gangguan kehamilan.

Apabila Anda sudah didiagnosis memiliki satu atau beberapa tumor di dalam rahim, ada baiknya melakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan & Onkologi.

Setiap tahunnya, banyak pasien dari Indonesia yang mencari second opini ataupun berobat terkait penyakit yang berhubungan dengan onkologi kandungan di Rumah sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital, Malaysia.

Anda disarankan untuk jumpa dengan Dokter Spesialis Kandungan & Onkologi apabila menemukan masalah pada sistem reproduksi wanita (vagina, rahim/kandungan, serviks, atau ovarium).

Cek Jadwal Dokter & Konsultasi

Konsultasi Gratis dengan Dokter Spesialis kami di Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital Sekarang!

Layanan Kami

MahkotaRegency.ID merupakan Website Resmi Kantor Perwakilan Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital di Indonesia.

Berikut Adalah Layanan yang Dapat Kami Berikan:

  1. Informasi lengkap tentang Rumah Sakit
  2. Rekomendasi Dokter Spesialis & Jadwal Dokter
  3. Informasi Estimasi Biaya untuk berbagai tindakan medis
  4. Pengurusan temu janji (Appointment)
  5. Pengurusan akomodasi & transportasi
  6. Pengurusan klaim (Medical Record, Keperluan asuransi, dll)
  7. Telekonsultasi dengan Dokter Spesialis
  8. Pemesanan Obat di Farmasi Rumah Sakit

Info Lebih Lanjut:

Perwakilan Resmi (ARO) Rumah Sakit Malaysia
Alamat : JL. Baratajaya XIX No.31C, Gubeng, Kota Surabaya
24 hours Call Centre : 0838-3002-8050
E-mail : mmcsurabayaoffice@gmail.com 

Website: www.mahkotaregency.id

Konsultasi Sekarang!