Kanker adalah salah satu jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita setelah kanker payudara.

Penyakit ini bisa menyebabkan gangguan yang besar pada organ seksual, reproduksi, dan bisa menyebar ke organ lain di sekitarnya.

Baca Juga: Kanker Sumsum Tulang: Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Tanda kemunculan dari kanker serviks sering sekali muncul terlambat. Artinya, kondisi kanker baru diketahui saat sudah parah sehingga peluang penyembuhannya jadi kecil dan menimbulkan risiko yang cukup besar termasuk kematian.

Satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh wanita untuk mencegah kemunculan kanker adalah melakukan pemeriksaan. Skrining dini harus dilakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya sel kanker yang ada di sana.

Jenis Skrining Kanker Serviks

Untuk memeriksa ada tidaknya kanker serviks di dalam serviks, Anda akan disarankan untuk melakukan salah satu atau dua jenis skrining di bawah ini.

  • Pap Smear

Prosedur ini dilakukan untuk mencari ada tidaknya sel prakanker yang ada di serviks. Jika ada, sel bisa berubah jadi kanker jika tidak segera ditangani, kemungkinan besar bisa memicu kanker.

  • HPV Test

Tes ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV yang ada di serviks. Beberapa strain atau varian virus HPV sangat berbahaya karena bisa memicu munculnya kanker serviks.

Prosedur Pap Smear

Pap Smear adalah salah satu prosedur pemeriksaan atau skrining yang dilakukan di serviks untuk mengetahui ada tidaknya sel kanker dan sel prakanker pada serviks untuk segera ditangani agar tidak semakin parah.

Dalam prosedur ini dokter akan mengambil sampel sel dari bagian bawah, tengah, dan atas dari serviks. Pemeriksaan yang detail ini akan memperlihatkan ada tidaknya sel kanker atau abnormalitas lainnya.

Siapa yang Harus Melakukan Pap Smear?

Semua wanita dengan usia 21-65 tahun disarankan untuk melakukan Pap Smear. Selain itu ada faktor lain yang membuat wanita diwajibkan memeriksakan kondisi serviksnya secara berkala. Kondisi itu terdiri dari:

  • HIV positif. Penderita HIV memiliki sistem kekebalan tubuh yang buruk. Apalagi belum mendapatkan penanganan yang baik, risiko terkena infeksi apa pun sangat besar.
  • Memiliki sistem imun yang buruk. Sistem imun atau kekebalan yang buruk akibat obat seperti kemoterapi atau ada transplantasi organ.
  • Memiliki riwayat merokok secara aktif atau berada di dekat perokok aktif.

Berapa Durasi Pap Smear?

Semua wanita yang masih dalam usia matang atau subur disarankan untuk melakukan pemeriksaan Pap Smear. Nah, berapa kali skrining Pap Smear ini harus dilakukan?

  • Usia di bawah 21 tahun, tidak membutuhkan pemeriksaan kecuali memang dibutuhkan dan direkomendasikan dokter.
  • Usia 21-29 tahun, pemeriksaan harus dilakukan setiap 3 tahun sekali.
  • Usia 30-65 tahun, pemeriksaan harus dilakukan setiap 5 tahun sekali.
  • Usia 65 tahun ke atas, tidak membutuhkan lagi pemeriksaan ini kecuali memang dianjurkan oleh dokter.

Pengulangan setiap 3 atau 5 tahun sekali itu hanya dilakukan kalau tidak terjadi abnormalitas pada serviks saja. Kalau ada abnormalitas, pemeriksaan lebih cepat bisa dilakukan.

Mempersiapkan Pap Smear

Sebelum prosedur Pap Smear dilakukan, beberapa wanita disarankan untuk melakukan beberapa hal di bawah ini. Dokter kandungan meminta pasien melakukannya agar pemeriksaan bisa lebih akurat.

  • Tidak dilakukan saat sedang menstruasi atau di fase itu. Kalau masih ada darah yang keluar, peluang melakukan pemeriksaan secara akurat sangat kecil. Dokter akan menjadwal ulang pemeriksaan.
  • Sehari atau malam hari sebelum melakukan prosedur Pap Smear, wanita tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas seksual atau pembersihan vagina dengan cairan apa pun.
  • Tidak dilakukan saat sedang hamil. Sebenarnya 24 minggu pertama aman, tapi akan sangat menyakitkan. Itulah kenapa wanita hamil harus menundanya sampai 3-4 bulan pasca persalinan.
  • Sedang ada pada kondisi relaks dan tidak stres. Proses ini cukup sulit dilakukan kalau wanita tidak bisa mengendalikan pikirannya.

Proses Pap Smear Dilakukan

Banyak wanita tidak senang melakukan prosedur ini karena dianggap sakit dan tidak nyaman. Namun, prosesnya sangat cepat selama wanita bisa lebih relaks saat melakukannya.

  • Pasien akan diminta untuk tidur di atas meja atau kasur untuk pemeriksaan. Dokter akan meminta wanita membuka kaki lalu ditempatkan pada alat bernama stirrups.
  • Dokter akan menyiapkan alat bernama speculum. Alat ini akan dimasukkan ke vagina untuk membuat mulutnya tetap terbuka untuk sementara.
  • Setelah vagina terbuka, dokter akan memasukkan alat yang bisa menjangkau serviks bagian depan, tengah, dan belakang. 
  • Dokter akan mengambil sampel dengan alat bernama cytobrush. Saat proses pengambilan sampel ini dilakukan, pasien mungkin akan merasa sakit.
  • Setelah proses selesai, semua alat akan dilepas dan pasien diminta untuk beristirahat sejenak sebelum pulang.

Setelah prosedur pengambilan sampel di vagina, beberapa wanita akan mengalami sakit yang cukup mengganggu. Beberapa juga ada yang mengalami perdarahan ringan. Jika kondisi ini muncul hingga esoknya, segera hubungi dokter.

Hasil dari Pap Smear

Hasil dari pemeriksaan pap smear ada dua, pertama hasilnya normal dan kedua hasilnya abnormal. Nah, apa perbedaan dari keduanya, simak penjelasan berikut.

  1. Pap Smear Normal

Kalau Pap Smear yang dilakukan memberikan hasil normal, artinya tidak akan ada masalah dengan serviks. Sel kanker atau prakanker tidak ditemukan di sini sehingga wanita bebas dari risiko kanker serviks untuk sementara.

Kalau wanita masih berusia di bawah 30 tahun, pemeriksaan Pap Smear bisa dilakukan 3 tahun sekali. Kalau usianya lebih dari 30 tahun bisa melakukan pemeriksaan setiap 5 tahun sekali.

  1. Pap Smear Abnormal

Apabila hasil pemeriksaan dari Pap Smear yang didapatkan adalah abnormal, belum tentu ada sel kanker di serviks  Anda. Sel abnormal lain wajar ada di serviks dan kadang tidak menyebabkan gangguan.

Dokter biasanya akan menyarankan dua hal, pertama pemeriksaan yang lebih rutin untuk melihat ada abnormalitas lain atau tidak. Kedua, melakukan pemeriksaan lanjutan dengan mengambil sampel untuk kebutuhan biopsi.

Prosedur HPV Test

Human papillomavirus atau HPV merupakan virus yang sering menginfeksi pria dan wanita yang aktif secara seksual. Virus mampu menular kalau ada kontak fisik seperti aktivitas seksual yang dilakukan tanpa pengaman.

Penularan dan infeksi HPV yang terjadi pada wanita, kemungkinannya ada dua. Pertama menyebabkan kutil kelamin di sekitar vagina. Kedua bisa memicu terjadinya kanker serviks.

Siapa yang Harus Melakukan HPV Test?

Semua wanita yang aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan ini. Mengapa? Karena penularan dari HPV mudah sekali terjadi saat pasangan melakukan aktivitas seks yang berisiko.

Usia yang disarankan untuk melakukan pemeriksaan HPV ini adalah 30 tahun ke atas. Artinya, kalau masih berusia 20 tahun tidak disarankan untuk melakukannya. Kalau Anda sudah berusia di atas 30 tahun, coba lakukan pemeriksaan ini.

Usia Berapa Harus Melakukan Test?

Usia 30-65 tahun biasanya disarankan untuk melakukan tes setidaknya 5 tahun sekali. Tes ini bisa dilakukan bersamaan dengan Pap Smear atau tes sendiri-sendiri. Usia kurang atau lebih dari standar di atas tidak perlu melakukannya.

Persiapan Sebelum HPV Test

Sebelum melakukan pemeriksaan HPV Test beberapa hal di bawah ini harus dilakukan wanita agar hasilnya akurat:

  • Tidak disarankan untuk melakukan aktivitas seksual setidaknya 1-2 hari sebelum prosedur dilakukan.
  • Tidak sedang menstruasi karena akan banyak darah di saluran reproduksi dan memicu gangguan diagnosis.
  • Hindari membersihkan vagina dan dalamnya dengan apapun termasuk melakukan douching.

Proses HPV Test Dilakukan

Secara umum proses pengambilan sampel di serviks dengan menggunakan beberapa alat. Kaki wanita akan berada di stirrups sehingga memudahkan dokter melakukan pemeriksaan.

Sampel yang nantinya diambil akan diperiksa untuk melihat ada tidaknya virus HPV pada serviks. Proses pemeriksaan ini umumnya dilakukan bersama-sama sehingga sampel yang dipakai mirip dengan pemeriksaan Pap Smear.

Hasil HPV Test

Hasil test HPV ada dua, positif dan negatif, berikut penjelasannya:

  • HPV negatif

Apabila saat tes HPV dilakukan tidak terdeteksi satu strain atau jenis virus pun, berarti organ sedang tidak ada masalah. Pemeriksaan bisa dilakukan lagi 5 tahun kemudian untuk melihat ada atau tidaknya perubahan.

  • HPV positif

Kalau hasilnya positif, berarti ada virus HPV yang ada di serviks. Namun, belum tentu virus ini akan menyebabkan kanker serviks. Ada dua jenis yang bisa menyebabkan kanker yakni tipe 16 dan 18.

Adanya HPV di tubuh juga tidak serta-merta membuat Anda terinfeksi. Kadang virus yang berada di tubuh dalam kondisi dorman atau tidak melakukan aktivitas apapun hingga akhirnya dieliminasi oleh sistem imun.

Kalau dicurigai kemungkinan ada kanker atau abnormalitas lainnya, dokter akan menganjurkan pemeriksaan lanjutan. Kolonoskopi atau biopsi mungkin bisa jadi pilihan selanjutnya.

Mencegah Infeksi HPV

Beberapa negara menyarankan warganya untuk melakukan vaksinasi HPV bernama Gardasil 9. Vaksin ini diberikan pada anak laki-laki atau perempuan mulai usia 9 tahun atau di usia 11-12 tahun.

Selanjutnya pada usia 15 dan 26, vaksin juga bisa diberikan lagi kepada pria dan wanita. Dari rekomendasi terbaru, vaksin bisa diberikan mulai usia 9 sampai 45 tahun.

Vaksin ini diberikan untuk mencegah infeksi yang disebabkan oleh HPV. Jadi, risiko terkena kutil kelamin sampai kanker serviks jadi semakin rendah. 

Pemeriksaan di organ reproduksi sangat penting khususnya untuk mereka yang masih aktif secara seksual. Dengan pemeriksaan yang benar, kondisi kanker serviks atau sel prakanker yang ada di sekitar serviks

promo paket kanker wanita

Untuk pencegahan kanker pada wanita, anda dapat melakukan Screening Lengkap di Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital, Malaysia.

Paket pemeriksaan lengkap ini mencakup banyak komponen termasuk tes darah lengkap sampai radiologi.

Jika berminat ingin melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Malaysia anda dapat menghubungi kantor perwakilan resmi atau ARO di Indonesia.

Cek Jadwal Dokter & Konsultasi

Konsultasi Gratis dengan Dokter Spesialis kami di Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital Sekarang!

Layanan Kami

MahkotaRegency.ID merupakan Website Resmi Kantor Perwakilan Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital di Indonesia.

Berikut Adalah Layanan yang Dapat Kami Berikan:

  1. Informasi lengkap tentang Rumah Sakit
  2. Rekomendasi Dokter Spesialis & Jadwal Dokter
  3. Informasi Estimasi Biaya untuk berbagai tindakan medis
  4. Pengurusan temu janji (Appointment)
  5. Pengurusan akomodasi & transportasi
  6. Pengurusan klaim (Medical Record, Keperluan asuransi, dll)
  7. Telekonsultasi dengan Dokter Spesialis
  8. Pemesanan Obat di Farmasi Rumah Sakit

Info Lebih Lanjut:

Perwakilan Resmi (ARO) Rumah Sakit Malaysia
Alamat : JL. Baratajaya XIX No.31C, Gubeng, Kota Surabaya
24 hours Call Centre : 0838-3002-8050
E-mail : mmcsurabayaoffice@gmail.com 

Website: www.mahkotaregency.id

Konsultasi Sekarang!