Tulang belakang adalah bagian paling penting dari tubuh yang menjadi pusat dari sistem saraf bersama otak. Kalau bagian ini mengalami masalah, gangguan yang besar bisa menyebabkan masalah yang signifikan.

Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melakukan operasi. Jenis operasi biasanya menyesuaikan dengan jenis gangguan yang terjadi pada pasien.

Untuk mengetahui lebih jauh tentang operasi tulang belakang, simak artikel ini.

Jenis Operasi Tulang Belakang

Jenis operasi atau prosedur pada tulang belakang ada banyak dan memiliki spesifikasi sendiri-sendiri. Berikut beberapa yang sering dilakukan pada pasien dengan gangguan yang lebih spesifik.

1. Spinal fusion

Penyambungan beberapa sambungan tulang belakang bisa dilakukan jika penderita mengalami nyeri yang sangat kuat dan tidak diketahui. Rasa nyeri ini biasanya semakin parah seiring dengan berjalannya waktu dan aktivitas yang dilakukan.

Dokter akan mengatasi masalah nyeri dengan menyambungkan tulang di spine bernama vertebrae. Sambungan ini tidak akan menyebabkan gangguan pergerakan. Tapi, membuat nyeri yang dialami seseorang semakin hilang.

Kalau sudah melakukan operasi ini, seseorang tidak bisa melakukan kebiasaan buruk lainnya. Kebiasaan merokok harus segera dihilangkan karena bisa menyebabkan masalah yang lebih parah yakni terjadinya komplikasi.

Komplikasi yang terjadi di tulang belakang pasca operasi akan membutuhkan penanganan yang lebih serius lagi.

2. Foraminotomy

Foraminotomy adalah prosedur operasi yang dilakukan untuk mengatasi masalah dengan saraf terjepit. Biasanya saraf yang terjepit bisa memicu masalah yang cukup kronis seperti nyeri intens yang kadang tidak bisa diatasi dengan mengonsumsi obat.

Prosedur ini dilakukan dengan memotong beberapa bagian dari tulang belakang atau vertebrae. Pemotongan sebagian ini akan mengurangi tekanan pada saraf sehingga rasa nyeri yang didapatkan penderita akan menurun dengan sendirinya.

Pemotongan ini membuat saraf jadi lebih terbuka dan bebas melakukan fungsinya. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan kalau bagian tulang belakang ada yang dipotong yakni kestabilan yang tidak sempurna.

Tulang belakang yang tidak stabil rawan sekali mengalami cedera jika seseorang melakukan aktivitas yang berat. Selain itu, proses penyembuhannya juga lama. Butuh berbulan-bulan atau hitungan tahun.

3. Laminectomy

Prosedur ini hampir sama dengan foraminotomy, dokter akan mengambil beberapa bagian tulang dan juga sambungan di tulang belakang. Efeknya, rasa sakit akibat saraf terjepit tidak akan terjadi lagi karena bagian yang menjepit sudah dihilangkan.

Efek dari metode ini adalah penurunan kestabilan yang dialami oleh bagian tulang belakang. Penurunan kestabilan ini menyebabkan seseorang sulit melakukan aktivitas yang terlalu intens.

Kalau tulang jadi tidak stabil, prosedur tambahan biasanya harus dilakukan jaga untuk menjaga kestabilan. Prosedur lain yang bisa dilakukan adalah penyambungan tulang belakang dengan spinal fusion.

Biasanya dokter akan melakukan prosedur secara bersama-sama. Dengan melakukan ini tidak akan ada efek samping yang didapatkan. Kalau ada efek samping pasti bisa diminimalkan.

4. Diskectomy

Diskectomy merupakan prosedur yang dilakukan untuk mengambil cakram yang berada di antara tulang belakang. Cakram yang mengalami masalah seperti hernia atau benjolan bisanya menekan saraf di tulang belakang yang bisa memicu rasa sakit.

Operasi ini dilakukan dengan teknik invasif yang minimalis. Artinya tidak akan terlalu banyak yang dilakukan. Dengan cara ini, peluang terjadi masalah seperti luka akan rendah. Penyembuhan yang dilakukan juga akan minim dengan operasi.

Operasi ini biasanya menjadi bagian dari operasi besar seperti tiga prosedur yang sudah dibahas sebelumnya. Jadi, pembuangan bagian dari spinal bisa dilanjutkan dengan penyambungan atau fusion agar lebih stabil.

5. Disk replacement

Operasi ini dilakukan dengan mengganti bagian cakram atau disk yang mengalami kerusakan. Kalau terjadi kerusakan, kemungkinan besar tulang belakang sulit untuk digerakkan. Untuk itu, penambahan disk artifisial harus dilakukan dengan baik.

Setelah bagian disk yang berada di tengah vertebrae diambil, disk artifisial bisa dimasukkan. Selanjutnya, disk bisa bekerja seperti biasanya. Setelah penggantian, proses recovery biasanya tidak akan berjalan lama.

Meski bisa mengatasi masalah tulang belakang, kemungkinan besar tetap terjadi masalah jika tidak melalui prosedur yang tepat.

6. Interlaminar implant

Prosedur ini dilakukan dengan proses invasif yang minimalis, artinya tidak akan banyak melakukan pembedahan. Biasanya dokter melakukan ini untuk menghindari adanya komplikasi yang membuat kondisi semakin memburuk.

Dokter yang melakukan operasi interlaminar implant, akan memasukkan semacam alat dengan bentuk seperti huruf U.

Alat ini dimasukkan di antara dua vertebrae di lower back. Implan ini akan mengurangi tekanan di saraf yang umumnya lebih kuat.

Prosedur ini akan membuat pergerakan yang dialami seseorang berjalan dengan baik. Sayangnya, beberapa masalah akan terjadi seperti sulitnya untuk membungkuk sehingga beberapa aktivitas tidak bisa dilakukan dengan sempurna.

Kelebihan Operasi Tulang Belakang

Operasi tulang belakang memiliki segudang kelebihan. Kalau pasien melakukan operasi ini, mereka akan mendapatkan manfaat seperti:

  • Mengalami kemajuan dalam mobilitas seperti mudah bergerak entah itu berjalan atau berlari.
  • Kemungkinan besar lebih fit secara fisik.
  • Mengalami kenaikan pada mood sehingga tidak mudah marah.
  • Menurunkan konsumsi obat yang digunakan untuk menurunkan nyeri yang dimiliki oleh tubuh. Nyeri yang dialami oleh tubuh biasanya intens kalau gangguan tulang belakang terjadi.
  • Bisa melakukan aktivitas harian seperti biasa seperti bekerja.

Operasi tulang belakang sangat bermanfaat untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan sistem saraf. 

Untuk penanganan yang lebih baik, anda dapat berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Bedah Tulang Belakang (Spine) di RS. Mahkota Medical Centre Melaka, Malaysia.

Rumah sakit di Melaka, Malaysia sering kali menjadi second opinion bagi Pasien dari Indonesia yang divonis mengidap suatu penyakit untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Pengalaman & keahlian dari Bedah Tulang di RS Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospitals telah menjadikan kami menjadi salah satu pusat rujukan di Malaysia.

Dokter Lee Chee Kean merupakan Dokter Spesialis Sendi (Ortopedi) dan Tulang Belakang (Spine) di RS. Mahkota Medical Centre.

Banyak rujukan pasien dari Indonesia untuk beberapa kasus yang berkaitan dengan Tulang Belakang & Persendian.

Dr Lee Chee Kean

Bedah Ortopedi, Sendi & Tulang Belakang

Dokter Teo Beng Tiong merupakan Dokter Spesialis Sendi (Ortopedi) dan Tulang Belakang (Spine) di RS. Regency Specialist Hospitals.

Banyak rujukan pasien dari Indonesia untuk beberapa kasus mulai yang berkaitan dengan sistem saraf, saraf tepi, dan saraf tulang belakang.

Dr Teo Beng Tiong

Spesialis Bedah Syaraf & Otak (Neurosurgery)

Cek Jadwal Dokter & Konsultasi

Konsultasi Gratis dengan Dokter Spesialis kami di Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital Sekarang!

Layanan Kami

MahkotaRegency.ID merupakan Website Resmi Kantor Perwakilan (ARO) Rumah Sakit Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital di Indonesia.

Berikut Adalah Layanan yang Dapat Kami Berikan:

  1. Informasi lengkap tentang Rumah Sakit
  2. Rekomendasi Dokter Spesialis yang tepat
  3. Informasi Estimasi Biaya untuk berbagai tindakan medis
  4. Pengurusan temu janji (Appointment) dengan Dokter
  5. Pengurusan akomodasi & transportasi
  6. Pengurusan klaim (Medical Record, Keperluan asuransi, dll)

Info Lebih Lanjut:

Perwakilan Resmi (ARO) Rumah Sakit Malaysia
Alamat : JL. Baratajaya XIX No.31C, Gubeng, Kota Surabaya
24 hours Call Centre : 0838-3002-8050
E-mail : mmcsurabayaoffice@gmail.com 

Website: www.mahkotaregency.id

Konsultasi Sekarang!